
Gema sholawat berkumandang dengan syahdu di SMP BUANA tadi pagi (31/10/2020), mengawali puncak kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan maulid Nabi tahun ini tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Pandemi Covid 19 membuat semuanya menjadi berbeda, tapi tidak menyurutkan semangat juang siswa-siswi SMP BUANA untuk tetap mengadakan kegiatan peringatan Maulid Nabi tahun 1442 H ini.
Meskipun tidak bisa berkumpul dengan seluruh siswa yang berjumlah lebih dari 700 siswa seperti peringatan-peringatan sebelumnya, sebagian kecil siswa mengikuti kegiatan di sekolah dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan, dan sebagian besar mengikuti kegiatan tersebut melalui Siaran Live Streaming dari chanel Youtube SMP BUANA.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengusung tema “Meneladani Akhlaq Rasulullah Nabi Muhammad SAW Sebagai Bekal Membangun Pribadi Yang Unggul” diharapkan dapat menjadi bagian penanaman dan penguatan akhlaq atau karakter bagi seluruh warga sekolah. Kegiatan ini merupakan kegiatan puncak dari serangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional, Sumpah Pemuda dan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan ini dimeriahkan dengan pembacaan sholawat oleh Group Al-Banjary SMP BUANA yang merupakan salah satu ekstrakurikuler yang paling sering menorehkan prestasi di berbagai ajang festival antar sekolah, baik tingkat kabupaten maupun propinsi. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pemberian penghargaan kepada para siswa berprestasi dalam lomba-lomba yang diadakan dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional, Sumpah Pemuda dan Maulid Nabi Muhammad. Lomba-lomba tersebut antara lain Olimpiade ASWAJA, Pembacaan Sholawat dan Penulisan Cerpen. Semua lomba diadakan secara daring atau online sehingga dapat diikuti seluruh siswa dari rumah masing-masing.
Kegiatan yang dihadiri beberapa guru, karyawan, perwakilan siswa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, juga menghadirkan penceramah agama Al-Ustadz HM. Zaini, S.Ag.
Didalam Ceramahnya Al-Ustadz HM. Zaini, S.Ag. menyampaikan pokok-pokok materi antara lain; pertama, seorang siswa agar percaya diri, karena banyak sekali santri-santri yang sukses dalam segala aspek kehidupan. Kedua, seorang siswa harus terus menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW. Karena sorang Abu Lahab yang kafir saja, setiap hari senin mendapat keringanan siksa neraka karena gembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Apalagi kalau kita sebagai mukmin yang cinta kepada Rasulullah SAW. Ketiga, perwujudan dari rasa cinta kepada Rasulullah adalah meneladani setiap kebiasaan rasulullah dimulai dari yang sederhana misal adab tentang makan dan minum tidak boleh sambil berdiri. Harapan terbesar kita semua dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga kelak kita semua mendapat syafaat dari Rasulullah SAW.. Aamiiin…
Penulis: Siti Lailatus Syarifah, Editor: HM. Khoirul Huda

Tinggalkan Balasan