Menjadikan sholat sebagai wisata ruhaniyah, perjalanan spiritual menuju Allah SWT

Isra’ Mi’raj  merupakan perjalanan spiritual  Nabi Muhammad SAW. pada malam hari, dari Masjidil Haram sampai Masjidil Aqsha hingga kemudian beliau naik ke Sidratul Muntaha di langit ke tujuh untuk bertemu dengan Allah SWT.

Diceritakan bahwa perjalanan suci ini adalah dalam rangka menghibur hati Baginda nabi yang sedang bersedih ketika di tinggal oleh dua orang yang sangat di cintainya, beliau adalah sayyidatina Khodijah sang  istri setia dan Abu Tholib, paman yang paling membela.

Di malam hari,  tepatnya pada tanggal 27 Rojab,  pada tahun ke delapan setelah kenabian, Allah memerintahkan Jibril untuk menjemput Baginda nabi, mengantarkannya melakukan perjalanan spiritual ruhaniyah yang disebut dengan Isra’ Mi’raj.

Banyak hal yang di alami oleh Baginda Rosululloh ketika perjalanan menuju Allah SWT . Diantaranya adalah beliau bertemu dengan para nabi-nabi pendahulunya. Yakni,  Nabi Adam,  nabi Isa, nabi Yahya, nabi Yusuf, nabi Idris, nabi Harun, nabi Musa dan nabi Ibrahim AS yang mengantarkannya hingga sidrotul Muntaha.

Dinamakan Sidratul Muntaha karena pengetahuan malaikat (tentang jarak perjalanan) berakhir padanya. Tidak ada satu makhluk pun yang pernah melewatinya kecuali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Perjalanan spiritual nabi tersebut membawa oleh-oleh berupa sholat 5 waktu yang diperintahkan bagi hamba Allah yang beriman. Sehingga ada yang meyebutkan bahwa Sholat merupakan mi’rajnya orang mukmin.

الصلاة معراج المؤمن

Sholat adalah wisata ruhaniyah, perjalanan spiritual seorang hamba yang dapat membawa pada kebahagiaan. Sebagaimana Isra’ mi’raj merupakan perjalanan Spiritual Rosululloh untuk melupakan semua kesedihan yang di rasakan.

Sebagai hamba yang beriman, marilah kita menjadikan sholat sebagai wisata ruhaniyah, perjalanan spiritual menuju Allah SWT. Karena dengan demikian, akan banyak hikmah dan kebahagiaan luar biasa yang kita rasakan.

Pertama, Dengan menjadikan sholat sebagai wisata ruhaniyah. Kita akan bersegera memenuhi panggilan sholat setiap adzan berkumandang.

حَیِّ عَلَی الْفَلاحِ  

Mari kita bersegera melakukan perjalanan spiritual menuju Allah SWT. Menuju kemenangan, menuju kebahagiaan. 

Kedua,  dengan Menjadikan sholat sebagai wisata ruhaniyah kita akan selalu menjalankan sholat dengan penuh khusyu dan tawadhu’. Kita menikmati moment kedekatan kita bersama Allah SWT.

Bacalah do’a-do’a dan ayat-ayat Al-Qur’an dengan perlahan-lahan. Lakukan gerakan sholat dengan indah dan tuma’ninah. Sehingga kita tidak  lelah walau berlama-lama dalam melaksanakannya. Sampai tak terasa tubuh kita bergetar, berlinang air mata karena takut kepada Allah SWT. Ketakutan yang membawa ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan. Karena telah memperoleh keberuntungan.

Seseorang yang melakukan sholat dengan khusyu’ akan memperoleh keberuntungan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al mukminin ayat 1-2 yang artinya : sungguh beruntung ( berbahagialah orang-orang yang beriman), yaitu mereka yang khusyu’ dalam sholatnya.

Dan ketiga, Dengan menjadikan sholat sebagai wisata ruhaniyah. Maka, tidak ada beban dalam menjalankannya, tidak ada bosan dalam melaksanakannya.  Ikhlas akan hadir, rasa malas pun menyingkir. Ali bin Abi Tholib r.a mengatakan , ” Tanda orang yang tidak ikhlas adalah malas melakukan kebaikan ketika sendirian, dan giat bersemangat ketika dilihat orang.” Semoga sholat kita tidak demikian.

Semoga sholat kita benar-benar menjadi wisata ruhaniyah, perjalanan spiritual kita. Yang mendatangkan kenikmatan dan kebahagiaan, merubah kondisi kehidupan, mendatangkan keberkahan serta menjadi perisai dari dosa-dosa dan menjadikan kita semakin dekat dengan Allah SWT. Aamiin. (Azizah)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *